• KONSORSIUM
    KONSORSIUM
    Untag SE Indonesia
  • REKTOR
    REKTOR
    Untag Se Indonesia
  • UNTAG
    UNTAG
    SE INDONESIA
  • UNTAG
    UNTAG
    SE INDONESIA

Program Mobilitas Mahasiswa

Merah Putih Modern Elegan Ucapan Dirgahayu Republik Indonesia Kiriman Instagram

     Paket kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka memberikan angin segar bagi mahasiswa Untag samarinda untuk mengembangkan kapasitas diri melalui berbagai program kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM 4). PMM ini merupakan sebuah program mobilitas mahasiswa selama satu semester untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi di Indonesia sekaligus memperkuat persatuan dalam keberagama, Program ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan. Pada Program ini angkatan VI, sebanyak 17 mahasiswa Untag Samarinda dinyatakan lolos seleksi program. Dari total tersebut secara rinci diisi oleh mahasiswa dari lintas program studi (prodi) di Untag Samarinda yakni 5 Mahasiswa dari Prodi manajemen, 7 Mahasiswa Dari Prodi Hukum, 2 Mahasiswa dari Prodi Psikologi selebihnya dari Prodi Kehutanan, Administrasi Publik dan Akuntansi “Selamat kepada mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda yang lolos Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM 4). Semoga bisa menuntaskan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM 4) sampai selesai” Pesan Dr. Andi Indrawati.S.E.M.M, Ak sebagai ketua LPPM

Add comment


Security code
Refresh

SAMBUTAN

KETUA LPPM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA

 

Penyusunan Rencana Induk Penelitian (RIP) Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda (Untag) merupakan tindak lanjut dari (1)Kebijakan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Pelatihan penyusunan Rencana Induk Penelitian (RIP) bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di lingkungan KOPERTIS wilayah XI dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) klaster binaan yang dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2013 di Banjarmasin. (2)Kebijaksanaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang desentralisasi  penelitian kepada perguruan tinggi yang mensyaratkan ketersediaan jejak rekam dan payung penelitian pada program Studi, Pusat studi, Pusat Kajian maupun laboratorium di  perguruan tinggi.  Untuk hal tersebut Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda (Untag) telah melakukan pemetaan Penelitian di lingkungan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda (Untag) dalam 3 (tiga) tahun terakhir yaitu 2010 sampai dengan 2012 mulai dari laboratorium sampai ke tingkat fakultas. Kemudian kegiatan selanjutnya adalah Penyusunan Rencana Induk Penelitian (RIP) Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda (Untag) yang dilatih oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Selain berdasarkan jejak rekam dan payung internal lingkungan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda (Untag), “ Kesejahteraan Daerah Kalimantan Timur melalui Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi inovatif berbasis kekayaan alam dan keragaman dan budaya lokal “ Rencana Induk Penelitian (RIP) juga mengacu pada Agenda riset Nasional, Penelitian Unggulan Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Sistem Inovasi Daerah, Sistem Inovasi Nasional, Visi/Misi LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Kecukupan pangan (food estate) Kaltim, Dewan Riset Daerah (DRD) dan Gerakan Produk Hijau melalui  one man five trees.